Bermula dari perjalanan pelayanan Mission trip anak-anak muda P3MI GMI Imanuel Jakarta pada tanggal 21-30 Oktober 1993 yang didampingi Gembala Sidang Pdt. Bachtiar Kwee M.Div., Ketua Majelis Bpk. dr. Hosea Kurniadi dan beberapa Majelis GMI Imanuel Jakarta ke Pontianak, Singkawang, Sambas, RS Serukam dan sekitarnya di Kalimantan Barat.
Setelah pulang dari pelayanan Mission trip tersebut Bpk. dr. Hosea Kurniadi mendapat visi dari Tuhan untuk mendirikan Sekolah Teologi. Banyak masyarakat Kalimantan Barat beretnis Tionghoa yang dapat menjadi sumber daya manusia atau calon-calon Hamba Tuhan dimasa depan bagi gereja-gereja Tionghoa di Indonesia dan khususnya GMI (Gereja Methodist Indonesia) ke depan akan kekurangan Hamba Tuhan dari kalangan Tionghoa.
Pendirian Sekolah Teologi merupakan panggilan dan kesadaran yang memenuhi akan kebutuhan pengetahuan teologi ke depan bagi pemimpin gereja-gereja secara umum dan khususnya bagi GMI.
Berdasarkan Visi tersebut maka Bapak dr. Hosea Kurniadi meng-sharingkan kepada para pemimpin GMI dan mendapat dukungan serta respons yang baik dari Pimpinan Jemaat Pdt. Bachtiar Kwee M.Div. & Majelis GMI Imanuel Jakarta, Bapak Peter Adam GMI Anugrah, Ibu Dra. Maimunah Natasha GMI Wesley dan Bishop Humala Doloksaribu M.Th.. Kemudian Visi ini terus berkembang dan mendapat dukungan dari beberapa Hamba Tuhan seperti Pdt. Jonatan GMI Sion Jelambar, Pdt. Sangkap Agustinus Manalu S.Th., Pdt. Manuntun Halomoan Napitupulu M.Div., Misionaris Korea Pdt. Peter Auh utusan dari Gereja Chun Cheon Korea dan masih banyak para pemimpin GMI yang lain.
Setelah mendapat dukungan dari para pemimpin GMI maka KONTA XXVI GMI Wilayah II pada tanggal 16 Juni 1996 di Palembang memutuskan untuk mendirikan Sekolah Tinggi Teologi Wesley Methodist Indonesia. Untuk menindaklanjuti hasil keputusan KONTA tersebut pada tanggal 20 September 1996 ada 7 orang pemimpin GMI yaitu Bpk. dr. Hosea Kurniadi, Ibu Dra. Maimunah Natasha, Bpk. Peter Adam, Pdt. Manuntun Halomoan Napitupulu M.Div., Pdt. Sangkap Agustinus Manalu S.Th., Pdt. Jonatan dan Pdt. Bachtiar Kwee M.Div. menghadap Notaris Nuswar S.H. di Jakarta untuk mendirikan yayasan sekaligus sebagai pendiri yayasan dengan nama Yayasan Wesley Methodist Indonesia dengan Akta Notaris Nomor 27. Yayasan Wesley Methodist Indonesia inilah yang mendirikan dan mengelola Sekolah Tinggi Teologi Wesley Methodist Indonesia.
Pembukaan STT WMI ini bukanlah mengurangi peranan dari Sekolah Tinggi Teologi yang telah ada di kalangan Gereja Methodist Indonesia bahkan untuk memperkuat dan mendukung Sekolah Tinggi Teologi yang menunjukkan ciri khas dari Methodist.
Satu bentuk pernyataan konsistensi diri dengan tujuan misi yang tidak terpisahkan melalui pelayanan pendidikan secara umum dan secara khusus pendidikan teologi untuk hamba Tuhan dan calon hamba Tuhan untuk menyediakan sumber daya manusia bagi gereja-gereja secara umum dan khususnya bagi GMI.
Sekolah Tinggi Teologi Wesley Methodist Indonesia memulai kuliah Strata Satu pada tahun 1996 dengan 6 orang mahasiswa di Jalan Manunggal 2 Kalimalang Jakarta Timur di rumah kontrakan Misionaris Korea Pdt. Peter Auh utusan dari Gereja Methodist Chun Cheon Korea. Pada tahun 1996 juga dibuka Strata Dua program Master of Divinity (M. Div.) dan perkuliahan program S-2 ini juga di mulai pada tahun 1996.
Atas dukungan Majelis GMI Imanuel Jakarta pada tahun 1997 menyediakan tempat kuliah beserta asrama untuk STT WMI di Jalan Latumenten Gang Rahayu I Nomor 7 Jakarta Barat.
Tahun 2000 dibuka Program Musik Gerejawi Strata Satu dengan jumlah mahasiswa pada awalnya 2 (dua) orang. Satu program yang lebih diminati oleh Gereja yang membutuhkan pengembangan peranan musik dalam ibadah gereja. Jurusan musik yang diasuh oleh tenaga-tenaga yang terampil dan berdedikasi untuk musik dalam pengembangan pelayanan gereja di GMI.
Wisuda pertama pada tanggal 14 November 2001. Jumlah wisuda Strata Satu 16 orang dan Strata Dua Master of Divinity 9 orang dan seterusnya setiap tahun diadakan wisuda.
Pemberian Status terdaftar Program Strata Satu STT WMI pada tanggal 16 Desember 2003 dengan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen No. DJ/III/Kep/HK.00.5/162/5127/2003. STTWMI menunjukkan bahwa perkembangan STT WMI telah terakreditasi oleh Pemerintah melalui Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI.
Tahun 2004 dibuka Program Magister Teologi (M.Th.). Kemudian pada tahun yang sama dibuka juga Sastra Korea (D-2). Pembukaan ini bermaksud membuka kesempatan untuk studi di Korea ataupun bekerja di Perusahaan Korea.
Tanggal 2 September 2009 dibentuk Institut Wesley Jakarta dengan melihat perkembangan di negara Indonesia dan peluang bagi gereja untuk melayani melalui bidang pendidikan, serta dengan bertambahnya jumlah program studi di STT WMI maka STT WMI dari seminari yang menyediakan sumber daya manusia untuk gereja menuju pelayanan bagi masyarakat yang lebih luas bahkan dunia. Pembentukan Institut Wesley Jakarta adalah merupakan jembatan untuk mencapai visi jangka panjang kita yaitu sebuah Universitas Kristen yang dapat berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
Tahun 2013 dibuka Program Doktor Teologi (D.Th) karena ada kebutuhan pelayanan bagi gereja-gereja maupun bagi STT.
Pada tanggal 30 Agustus 2013 telah mendapat akreditasi Strata Satu Teologi STT WMI dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi )
Pada tanggal 29 Januari 2016 telah mendapat akreditasi Strata Dua Magister Teologi STT WMI dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi)
Selanjutnya Akreditasi terbaru pada Tahun 2023, STT WMI mendapat akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan Peringkat “Akreditasi Baik” untuk akreditasi Institusi STT WMI Nomor 833/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/PT/X/2023 maupun Program Studi Teologi Nomor : 2400/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/S/VI/2023.
Tahun 2024 kembali kepada Visi semula pendirian Sekolah Tinggi Teologi Wesley Methodist Indonesia yaitu panggilan untuk menghasilkan sumber daya manusia Hamba Tuhan bagi gereja-gereja. STT WMI sekarang mempunyai 2 Program Studi yaitu S1 Teologi (Sarjana Teologi) dan S2 (Magister Teologi). Program Studi S1 Teologi terdiri dari Konsentrasi Teologi Kependetaan, Konsentrasi Musik Gereja dan Konsentrasi PAK (Pendidikan Agama Kristen). Untuk memperkuat relasi dan persekutuan dengan STT lain maka STT WMI telah menjadi anggota PERSETIA (Perhimpunan Sekolah-sekolah Teologi di Indonesia) dan anggota PASTI (Persekutuan Sekolah Tinggi Teologi Injili di Indonesia).
Tahun 2024 STT WMI dengan jumlah mahasiswa sebanyak 94 orang baik S1 dan S2 termasuk mahasiswa S2 dari Thailand yang merupakan kerja sama antara STT WMI dengan Wesley Methodist Theology Seminary in Thailand.
Tuhan Yesus sumber segala anugerah berkenan memberkati STT WMI dan GMI.
Soli Deo Glory.
Sumber :
- Pendiri Bpk. dr. Hosea Kurniadi dan Ibu Dra. Maimunah Natasha
- Akta Notaris Nuswar S.H. Nomor 27 tanggal 20 September 1996 tentang pendirian Yayasan Wesley Methodist Indonesia
- Arsip dokumen STT WMI
Penulis : Bpk. Antonius Matius.
